Aku Slave majikanku

” nama kamu siapa?” tanya pak Jony
“Siti pak” jawabku kalem, mencoba menahan perasaanku, dan mencoba bersantunria di depan calon majikanku.
” umur kamu berapa siti?” tanya Bu sandra, istri pak sony.
” saya 45 Bu, dan anak saya 16th” jawabku sambil menunjuk ke arah santi
” ok siti…mulai hari ini, kamu kerja disini dengan anakmu,beresin rumah dan setrika,dan yg paling penting, kita sering kedatangan tamu, yaitu teman2 kerja kita atau temen angga anak aku yg kuliah di bandung, jadi aku minta perhatikan kebutuhan tamu ya?” jelas bu sandra

Minggu awal aku bekerja dengan santi tak ada masalah apapun mereka memperlakukan aku dengan baik. Tapi…sore ini berbeda denagn sore kemarin, suasana rumah agak sepi, mungkin karena Bu Sanrda lagi arisan, dan mas Angga lagi latihan basket, sementara santi di lantai 3 sedang setrika.
Sementara aku sendiri lagi sibuk di dapur menyiapkan makanan malam, namun aku tiba2 dikejutkan oleh teriakan pak Jony.

” siti……..!!!!!!!!” panggilnya
” Iya pak…ada apa pak?” tanyaku gugup
” Tolong bawakan air hangat ya, dan basuh kakiku…barusan terkilir” perintahnya
” iya pak…saya siapkan segera” jawabku, sambil berlari ke arah dapur, dan segera menyiapkan air panas, yg kemudian aku bawa ke ruang tenggah, dan mulai membasuh kaki kiri pak Sony, aku duduk bersimpuh di hadapan nya sambil menngompres kaki pak sony dengan handuk kecil.

” siti…susu kamu kelihatan” kata pak sony, aku kaget bukan main dan segera menutupi, mungkin karena posisi pak sony yg lebih tinggi duduk di kursi dan aku bersimpuh di lantai membuat dia begitu easy melirik bagian dadaku.
” G usah ditutupin, biarin aja aku pingin menikmatinya,toh susumu bagus” katanya , sambil kaki kanannya mulai bergerak menyusuri pahaku.
aku tak kuasa menolak, hanya dengan cara merapatkan pahaku agar pak sony tak bisa apa2.
” buka…siti…G usah kamu malu ya…g ada orang luar yg tau kok ” katanya, sambil berusaha menyusupkan kakinya di pahaku,sialnya juga hari ini aku pakai rok, jadi begitu mudah pak sony menyingkap rokku.
aku diam saja, sambil terus mengurut kaki pak sony dengan handuk hangat, sementara pak sony berusaha menyusupkan kaki di antara pahaku.

” buka saja siti…biar aku bisa bebas ya…” ujarnya
” jangan pak…” jawabku
” kenapa? kamu takut?…toh kamu butuh kan?” timpalnya
” saya takut pak…nanti ketahuan ibu” jawabku
” ayolah…ibu g ada baru balik nanti malam jam 9…percaya sama aku” yakinnya

Aku mulai berani membuka pahaku, dan pak sony dengan bebas mengelus pahaku dengan kakinya, dan mencoba mengelus elus memekku dengan kakinya pula.

” aahhh…pak …sudah pak…” aku mendesah menahan nafsuku

Pak sony bangkit dari duduknya, dan meraih tanganku, memintaku duduk di sofa , kemudian dengan garangnya dia menciumiku,melepas semua pakaianku, aku bagai kan terbang di buatnya, semakin kasar pak Sony memperlakukan aku, semakin nikmat rasanya.

” Siti kasih memek kamu…aku pengent jilatin…ayo sayang” pintanya
” jagan pak…saya malu” ujarku walau sebenarnya aku ingin sekali
” ayolah sayang…g usah malu…” jawabnya sambil membalikan posisiku yang semula di pangkuannya kini berubah di atas kepalanya.
Aku mengangkangi kepala pak sony, pak sony sendiri terlentang di sofa, posisiku seperti sedang berjongkok di buka pak sony.
Pak sony menjilati memekku, sambil menusuk nusukkan jarinya ke memekku.
” oooohhhh….pak…enak pak…enak sekali pak” aku ngoceh g karuan, pak sony semakin kasar, semakin garang, clit ku di sedot2nya,aku menekan dalam dalam memekku ke muka pak sony
” ayo pak…terusin pak…jilat…jilat terus memek saya pak”
” ooo…siti…memek kamu nikmat sekali…aku ingin masuk rasanya ke memek kamu” ujar nya semakin dalam dia menempelkan mukanya
” pak….lihat pak…memek saya…merahkan?…ayo jilatin etrus pak” ujarku tak malu lagi sambil membuka lebar memekku dengan kedua tanganku, berharap pak sony bisa memasukkan seluruh lidahnya ke lubang memeku.
” iya siti…memek kamu merah sekali…aaahhh”

LAlu pak sonypun menuntunku kami menuju ke sofa yg lebih besar, aku merebahkan diriku, dan pak sony pun tanpa banyak kata merjang memekku dengan kontolnya.

” ooooohhhh…siti….enak …enak sayang aaaahhh” pak sony ngoceh sendiri

” siti…sini sayang…jilat kontol aku ya” katanya sambil memegang kontolnya, aku merubah posisiku, dengan sedikit membungkukkan badanku agar aku bisa mengulum kontol pak sony.
Posisi kami 69, aku semakin liar, di buatnya mana kala pak sony,menjelajahi pantatku dengan lidahnya.
” siti …oooohhhh….iya sayang…terusin kocok sayanng…emut…sayang…” pak sony ngoceh g karuan.
” iya begitu siti….masukkan semua kontol aku…oooohhh”

Pak sony bangkit dan memintaku menelungkup di sofa, kemudian dengan kasarnya dia menghentakkan kontolnya ke memekku

” aaaahhhh…..enak pak…oh ya…oh yachh…terusin pak….” aku ikutan gila di landa nafsu
” ooohhh…siti…memek lo rasanya enak sekali”

kami berdua memacu nafsu seakan2 berlomba mendaki gunung semeru yang tinggi, keringat membanjiri tubuh kami berdua. pak sony melompat mana kala Hp dia berdering.

” iya ma bentar bapak jemput ya” katanya, rupanya Nyonya tlp minta agar dijemput.

Pagi yang cerah, semua isi rumah sudah pada bangun dan sibuk dengan diri mereka masing2, begitu juga aku, yang bangun dari jam 4 pagi buat nyiapin sarapan keluarga pak sonny.Sementara itu santi membereskan kamar mas Agung anak pak sonny.

“Siti…….!!!!!” Teriak nyonya mngejutkan aku, aku segera berlari menemi nyonya.
” bangun kan bapak ya…sudah siang, entar telat dia” ujarnya. Aku segera berlari kelantai atas, mengetuk kamar pak Sony namun tidak di buka, maka aku beranikan diri membukanya, dan akumelihat pak sony sedang berbaring hanya mengenakan celana dalam saja, kelihatan sekali kontol yang kemarin mengentotku sedang mengmbung.

” pak bangun pak…nanti kesiangan” kataku lirih. Pak sony bangun tapi segera meraih tubuhku dan menghempaskan nya di kasur.
Aku kelabakan aku coba melawan, dengan berontak sekuat tenagaku, tapi pak sony begitu kuatnya, membuat aku tak berkutik dibuatnya.
” pak jangan pak…ada nyonya di bawah, nanti nyonya marah pak” kataku ketakutan.
Pak sony tak peduli ucapanku dia terus menciumiku, memancing gairahku.
” siti g usah nolah ah…kemarin lo bikin kontol bapak konak sampai semalem ibu minta g bapak kasih” katanya
” iya pak…tapi di bawah ada ibu…nanti saya bisa di pecat pak” kataku.
” gpp kok …kalo bapak suka sama kamu layani saja siti…g usah takut ibu g akan pecat kamu kok” tiba2 saja nyonya berdiri di pintu kamar, aku melompat turun dari ranjang, sambil menagis meminta maaf.
” ampun bu…maafkan saya…jangan pecat saya bu” hibaku
” loh…ibukan sudah bilang gpp…g ada yang pecat kamu kok” ujarnya lagi
” iya siti…semalam bapak sudah bilang sama ibu kok” kata pak sony yg semakin membuat aku bingung tak karuan.
” sekarang saja santi…anak kamu…lagi berdua dengan agung” ucapan nyonya mengaget kan aku.
” siti…di rumah ini kami tidak punya banyak peraturan dan undang2 jadi kalo kamu mau lakukan saja, dengan satu catatan kamu harus mau juga melakukan perintah dan kemauan kami” kata nyonya lagi yang semakin membuat aku tak mengerti.

” begini siti…mulai hari ini…aku mau tiap harinya kamu g boleh pake celana dalam, kalo baju terserah, aku hanya minta kamu g pake celana dalem, dan g boleh pake celana pendek, pokoknya harus pakai rok..ngerti?” tanya pak sony
aku diam membisu karena tidak paham dengan ucapannya.

Sore hari pak sony menelpon, dia bilang kalo bakal ada 2 tamu yang akan datang, maka dia meninta aku untuk melayani tamunya dengan baik. Tak sbebrapa lama pak sony datang berserta teman sekantornya.
” siti…tolong bikinin juice ya…” kata pak sony., 15 menit kemudian aku muncul membawa nampan berisikan tiga gelas juice.

ketika aku membungkukkan badan untuk menaruh minuman di meja, pak sony yang berdiri dibelakangku meraba pantatku.
” aduh siti…kan sudah dibilang jangan pake celana dalam ..gimana sih” katanya lagi, spontan mukaku memerah mendengar ucapan pak sony.
” ayo sana lepas….dan bawain asbak juga ya” katanya, aku menuju dapur mencari asbak, sambil buru2 melepas celana dalamku dan melemparnya ke kamar mandi.
Ketika aku sampai di ruang tamu, pak sony menahan tanganku ketika aku mengambil asbak dari nampan di tanganku.
Pak sony meraba selakanganku, dan mengelus2nya. Aku melihat teman pak sony tersenyum kearahku.
” coba pak hen…raba masih kenceng loh” kata pak sony ketemennya sambil mendorongku agar maju mendekati temannya.
aku yang masih berdiri dengan nampan ditangan tak bisa berbuat apa2, ketika tangan teman pak sony meraba raba pahaku.
” buka dikit donk kakinya…biar enakkan” katanya memerintahku, aku melebarkan kakiku sedikit, sementara itu tangan pak Hendra terus mengelus pahaku, semakin lama elusan itu semakin mendekati memekku, aku sudah mulai dijalari hawa panas.

” hhhhmmmm….bener2 kenceng pak son pahanya…memeknya sudah hampir basah” kata pak Hendra.
” pak alex..sini elus paha dia pak masih kenceng beneran loh” kata hendra sambil mengelus elus selakanganku, kemudian pak sony menarik rokku keatas, menyelipkan unjung rokku diantara ikatan, pinggangku.
pak sony mengelus bokongku dari belakang, dan memainkan jari2nya di sela2 anusku, aku memejamkan mataku menikmati permainan ketiga laki2 itu.
” aaahhhh…..aaaahhhh….” aku mendesah ketika aku merasakan tangan pak hendra menusuk2 memekku.
” siti…naikin kaki lo di meja sini yah…yg kanan aja” kata pak alex, aku menuruti saja, aku menaikkan kakiku di atas meja, yang dimana posisi seperti ini semakin membuat mereka lebih leluasa menikmati memekku.sementara tanganku gemetar mencoba menahan nampan yang masih di tanganku, tak seorangpun dari mereka memberi aku kesempatan untuk menaruh nampan di meja.
” oooohhhh pak….aaaaahhhh…..aaaahhhh” aku mendesah ketika jari pak alex dan jari pak hendra bersamaan mengocok memekku. Tubuhku gemetar hebat tak mampu menahan desakan nafsuku.
” aduh pak…aaaahhh…saya ke…ke..keluu..keluar aaahhhkk” aku teriak kakiku gemetar nampan ditanganku terjatuh, dan tubuhku terasa lunglai, pak sony mencoba menangkap tubuhku sebelum terjatuh.
Ketiga laki2 tersebut tersenyum melihat aku gemetar menahan orgasmeku yang dasyat.pak hendra menjilati jarinya yg bash oleh cairanku.

” sudah siti sana…terusin kerjaanmu” kata pak sony aku mencoba melangkah dengan kaki yang masih gemetar.

sesampainya di dapur mas agung tersenyum melihatku, aku tersipu malu di buatnya rupanya mas agung dari tadi di dapur memperhatikan kami.

” bi…penaarn loh ama memeknya” kata mas agung sambil mencubit bokongku.aku tersenyum melihat ke arahnya.

” kapan2 aja ya mas agung…” kataku

bersambung ke babk berikutnya.

Add a comment October 20, 2008

Ternyata aku lesbi

Lapangan puputan badung amatlah ramai dengan remaja, ada yang sekedar cuci mata, or cari mangsa. Aku duduk sendiri menunggu sahabatku yang lagi mojok ma cowoknya, begini deh selalu jadi obat nyamuk, salah sendiri jomblo.

“hallo gek…kok sendirian sih” tiba2 tanpa aku sadari cowok bali dateng menghampiri aku.
Aku diem aja, males nanggepin cowok playboy kek gitu, aku tetep aja cuek seolah olah aku sedang sendiri berteman patu batu di sampingku.
” gek mlali yok…nama nya sapa gek” tanya nya lagi
Tetep aja aku cuekin dia, lalu dia deketin aku dan duduk di sebelah aku, makin sebel rasanya ma dia.
“Gek nama nya sapa, jangan diem na’e di tanya dari tadi kok diem aja” oceh nya lagi
Makin kayak suara tawon aja bikin aku makin g betah denger nya.
” gek mlali yuk…aku bawa mobil tuh, liat sing mobil putih yg di sana, tuh mobil aku” katanya lagi
Huh dasar playboy mang aku mo makan mobil lo apa, sungut aku dalam ati.
karena niat nya aku cuekin si cowok bali ahir nya marah ma aku.

“Huh dasar sombon ” omel nya, aku diam saja mendengar nya
” dah g cantik sombonglagi…berlagu lagi ” omel nya lagi
” heh bli…dengerin yah, jelek kek gini aja gw g suka ma elo…apalagi gw cantik g doyan g gw liat muka lo” omelku balik.
” ye nak jawe…berlagu di kota gw…sana muleh jawe sana” sungut nya, yg gw balas dengan nunjukin kepalan tangan aku ke dia, he he he kek jago berantem aja.

Tak seberapa lama Titin muncul ma cowok nya si Yono.

” mel pulang yuk” ajak titin
” woke….dah selesai beneran” godaku, and mereka nyengir aja.

sesampai di tempat kost Titin bercrita soal Yono, yang ternyata tadi adalah first kiss buat Yono. Sementara sepengetahuan aku Titin paling pandai, karena sering ganti ganti pacar.

” Mel…lo pernah ciuman?” tanya Titin yang di sambut merah mukaku.
” G napa emang nya?” tanyaku balik sambil nyembunyiin malu.
” mo gw ajarain g” tanya nya
Aku ragu g bisa jwab karena g ngerti maksud nya dia, belum lagi aku bisa menguasai diri dari rasa malu dan nyiapin jawaban buat pertanyaan yang ke dua , Titin telah mendekati aku dan mencium lembut bibirku. Untuk beberapa saat aku bengong di perlakukan begitu.

” kenapa mel….G suka ya? tanya nya
” mmm….bukan g suka, g ngerti aja maksud nya apa” jawabku , karena emang semua serba kejutan buat aku.

” sini…” kata Titin sambil berada di atasku, yang kemudian dia mencium aku lagi, lebih lembut, sementara tangan dia mengelus elus payudara aku. perlahan dan pasti aku mulai merahbibir dia juga, desiran darah nafsu mulai membakar setiap sendi di tubuhku.

” aahhkkk….Tin lo ngapain?” tanya aku ketika tangan Titin menyentuh bagian sensitif itu.

” nikmatin aja Mel…plz..let me do it” katanya

Aku biarkan Titin yang terus mengelus elus Vaginaku dari balik cdku, kemudian dia bangkit dan menarik keatas tank top yang aku pakai, dan dengan satu gerakan Titin telah melepas braku, kini payudara yang masih sekepal itu jadi bulan bulanan bibir Titin.

” aahhh….Tin….Lo apain gw?”
” Mel…nikmat banget susu kecil lo…oooohhh” kata Titin sambil terus memilin puting yang kek biji kedele itu. Sementara itu tangan Titin terus mempermainkan memekku, aku menikmati sekali apa yang di berikan Titin padaku, pelan pelan Titin membuka celana dalamku.

” Tin jangan…gw malu” cegahku, tapi Titin g menjawab melain kan ciuman lembut mendarat di antara pahaku.

“oooohhhh…..aaaahhhh…Tin…” aku mendesah tak karuan.
” Mel…memek lo wangi banget…gw suka sekali” kata Titin
” Tin….aaahhhh….udah…pliz gw mo pipis rasanya”
Titin makin bernafsu saja mendengar kata kata aku, dia melebar kan pahaku, aku merasa seperti tak bertulang, sekujur tubuhku tak berdaya menolak perlakuan Titin padaku.

” aahhkk….aaaahhh…Tin….” aku terpekik ketika tiba tiba lidah titin menyentuh clit ku yang merah itu, aku menggelinjang, tanpa sadar aku menggangkat pantatku.

” oooohhh…Tin…aaaahhhh….lo apain gw…aaahhh”
” mel nikmat nya mel…aaahhh…gw suka memek lo”
“Tin…aaahhh…enak banget tin….terusin tin…” oceh ku mulai tak karuan.
” aaahhhkkk….aaahhkkk….” aku tersentak ketika Titin menusuk kan salah satu jari nya ke memekku.
” oooohhhh….Tin…aaaahhh….enak banget”
” nikmatin aja Mel…gw seneng liat lo, ayo mel teriak” komando Tintin
” aahhh….Tin …gw mo pipis…aaahhh….aaahhhh” aku menhentak hentak kan pinggulku tak karuan, Titin semakin gila, sambil memain kan jari nya bibir nya tak henti henti nya menghisap clitku.

” tiiiiiinnnnn……..gw…aaaahhhhh….tiiin…gw mo …aaahkkk…aaahhh” aku mengangkat Pinggulku dan menekan kepala Titin kuat kuat menempel memekku, tubuhku begetar tak karuan, seperti nya aku mengalami sesuatu yang aku tak pernah aku rasakan seumur hidupku.

“mel lihat nich” kata Titin sambil menarik jari nya dan menunjukkan ke aku cairan bening seperti embun, yang kemudian Titin menjilati abiz cairan itu.
” hhhmmm…enak banget mel…sini mel” katanya sambil mencoba meraih memekku lagi.
” oww…geli tin…aaahkkk…geli banget” teriak aku,aku lihat Titin senyum, kemudian Titin memintaku rebahan di sebelah nya.

“Mel…enak ya” tanyanya
” iya…enak banget” jawb aku, perasaan ngantuk menyerang mataku, dan kami pun terlelap sambil berdekapan.

AKu membuka mataku samar samar aku mendengar desahan di sebelahku, ternyata Titin sedang mempermainkan puting susunya sendiri.aku bangkit dan mendekati dia, aku mencium bibir nya, dia pun menyambutnya dengan bernafsu.

” ooohhh…..iya Mel….ooohh” desah nya, entah dari mana ilmu yg aku dapat tiba tiba aku bisa mengimbangi keliaran Titin,aku menciumin dan menjilat leher Titin dengan bernafsu sekali.

” ooohhh…mel terusin mel…aaahhh” titin ngeracau g karuan
” mel…isep susu gw donk….” pinta nya

Aku menelusuri leher Tintin dengan lidahku,Tintin seakan akan membingbingku untuk menjemput puncak kenikmatan itu, dia meraih kepalaku dan membimbing nya turun ke perut dia. Aku berani kan diriku untuk terus menuruni lekuk2 tubuh titin.

Tintin membuka lebar2 pahanya terpampang memek yang merah dan basah dihadapanku, semula aku merasa jijik, tapi begitu tintin memintaku aku pun menurutinya.

“Mel ayo mel…plz…jangan berhenti…” pinta nya
” ayo mel….jilatin mel…iyah…aaahhh…iyaaahh…begitu sayang” oceh nya g karuan
” hhmm….Tin ternyata memek lo enak banget….aaahhhkkk” timpalku tanpa sadar
” aduh mel…lo apain itil gw mel…aaahhh…” tintin mengaduh saat clit kecil itu aku gigit kecil
” mel masukin jari lo plz…ow…iyah sayang…terus begitu….”

sekitar lima menit aku mempermainkan memek tintin , kemudia tiba2 tintin dengan buas nya bangkit dan mendorong tubuhku,kali ini posisi aku yang di bawah, kemudian tintin membuka lebar pahaku dan menjilati memekku, yang sudah dari tadi becek.

” ooooohhhh….Tin….aaahhhh” tintin dengan buas nya menjilati memekku tanpa ampun.

aku melebar kan pahaku selebar lebar nya , ketika tintin mengangkangi aku dan menempelkan memeknya ke memekku. mirip seorang laki laki yang sedang bercinta, tintin terus menggoyang goyangkan pantat nya.

aku mendapatkan sensasi luar biasa atas perlakuan tintin kepadaku, aku mengimbangi dengan menggangkat pantatku.

” ooohhh…mel…goyang mel…goyang sayang” oceh tintin.
” tin…enak banget….aaaahhh….”
” mel gw mo keluar sayang….ayo keluarin barengan” katanya sambil terus menggosok gosok kan memeknya, irama goyangan tintin makin lama makin liar, yang dimana semakin membuat aku kelojotan menahan nikmat yg tiada taranya.

“tin…gw…aaahhhkkk….aaaahhhh..” belum lg aku selesai mengucapkan kata kata, tubuhku gemetar menahan ledakan yang tiada duanya nikmat nya.
” mel gw juga….mo….aaaahhhh….oh ya…yah….yaaaaa….” tintin menggenjot semakin cepat dan kemudia, dia mengejang di atasku.

kami berdua basah oleh keringat, tintin ambruk di atasku, aku mendekapnya dan menciumnya manja.

dalam pikiranku, aku tak habis pikir oleh kejadian malam ini, entah darimana awal nya kenikmatan itu datang.

setelah kejadian itu aku dan titin selalu melakukan nya setiap malam setiap ada kesempatan kami selalu mencurahkan nafsu kami, dan tanpa sadar semua berjalan lebih dari satu tahun lamanya.

( buat yg lesbi…jangan takut ngungkapin diri lo siapa, kalo mereka g mo terima keadaan kita so what gitu loh…life must go on…)

Add a comment August 19, 2008

Perjalanan kepulau Dewata

Hi there ketemu lagi ma coretanku , Kisah ini adalah kisah remajaku, yah mungkin boleh di bilang ABG yach….dimana kejadian ini ketika usia aku menginjak
13th.

Perjalanan menuju pulau Dewata amat melelahkan, apa lagi aku duduk di belakang sendiri, Mana bis kota nya G ada AC, jadi panas dan gerah rasanya.Sesampai di Penyebrangan, bis mulai penuh karena tambahan penumpang. Aku jadi agak minggir ke cendela, seorang laki2 sebaruh baya duduk disampingku.

Aku tak tau kalo perjalanan ke Denpasar itu amatlah jauh, aku merasa capek sekali, di luar rasanya semakin gelap, tanpa aku sadari aku tertidur. Tiba2 aku merasakan ada tangan yg meraba raba seputaran payudaraku.aku menggeliat, dan ketika aku membuka mataku, ternyata aku tertidur di paha laki2 itu.

” aduh sorry ya pak” kataku
“gpp dik, tidur lagi aja” katanya

Aku memiringkan kepalaku kecendela, tapi laki2 itu memintaku rebahan di pahanya aja, agar aku bisa tidur enak. Aku merebahkan kepalaku di pahanya, aku merasakan ada sesuatu yang begitu menonjol di balik celananya.
Selang beberapa menit kemudian, laki2 itu kembali meraba raba buah dadaku, aku membiarkan nya saja. aku merasakan ada desiran aneh yg menjalar di sekujur tubuhku,aku merasakan kenikmatan atas perlakuan laki2 itu.
Payudaraku yg baru aja tumbuh di remas remas nya, pentil aku yang hanya sebiji kacang kedele di main main kan nya, aku mendesah menahan nikmat.
Sementara laki2 itu sendiri seperti nya juga gelisah.

Aku malah tidak jadi tidur karena ulah nya, desah demi desah aku keluarkan, sensasi yg teramat nikmat aku rasakan, seperti nya aku ingin sekali disentuh seluruh tubuhku.
4 jam berlalu aku tertidur di pangkuan laki2 itu.
ketika sampai di terminal bus di Denpasar aku berlalu begitu saja tanpa menoleh dan mencari tau siapa laki laki itu.

Seminggu berlalu aku harus kembali ke jawa, tapi kali ini aku naik travel, sebenar nya aku g suka karena di benakku membayangkan nikmat nya sentuhan bis kota.
aku pikir mobil L 300 ini hanya akan diisi 5 orang ternyata aku salah mobil ini penuh, tapi kebanyakan penumpang duduk di tengah dan depan, sementara dibelakang hanya aku sendiri, sebel aku ngebayangin sendirian.

20 menit kemudian ada laki2 yang masih muda mungkin sekitaran 20th duduk dibelakang di sebelahku. wow …asik nich ada temen, pikirku dalam hati.
tapi ketika aku sapa dia , dia hanya cuek. aku menggerutu dalam hati, “huh dasar mentang2 cakep awas lo ya” gerutuku dalam ati

Sejam sudah perjalanan berlalu, mata udah mulai ngantuk, aku lihat laki2 itu sudah tertidur.Keinginan untuk ngerjain dia timbul juga, aku sengaja berpura pura tidur dengan menaruh sikutku tepat diatas seleting celana nya dan menjadiakn telapak tanganku sandaran kepalaku.
Tapi dia tetep diam saja sepertinya dia bener2 sudah tidur pulas, lalu aku berpura2 memperbaiki posisi tidurku dengan menggerak gerakkan sikutku dan…
Binggo………….kena dia, seleting celana itu menonjol bagaikan kena sengat lebah membengkak, aku diam saja berpura pura tidur.

Kemudian dia menggeserkan tubuh nya, mungkin sesak karena benjolan itu makin lama makin gede. kemudian tangan dia mulai merayap menelusuri buah dadaku. Aku tersenyum dalam kemenanganku. Huh dasar tadi di sapa aja cuek, sekarang gerayangan, kataku dalam hati.

” aahhh…” desahku, laki2 itu menutup mulutku dengan telapak tangannya.
” jangan kenceng2 plz” bisik nya

Kemudian dia mengecup bisirku, wah rasa nya ciuman pertama kali, seperti naik di sayap pesawat terbang deh….indah tapi berdebar juga.

Laki2 itu semakin merajalela menjelajahi tubuhku, di tariknya keatas kaos ku, Susuku yang tak pernah terbungkus bra segera di lumatnya.

” aahhh….ssshhhh…” desahku

Kemudian dia membuka seleting celananya, dan mengocok kontol nya sendiri.

” lo pindahan kesana gih, pala lo taruh sebelah sana” bisik nya.

Aku mengikuti mau nya, aku rebahan dengan kepala di deket cendela sementara kakiku menompang di pahanya.
Dengan leluasa dia mengelus pahaku dan menyentuh bagian senitif itu.

” ahk…” aku tersentak karena sentuhan nya.

Kemudian dia mengelus elus memekku dengan buasnya, terdengar jelas nafas dia yang memburu. Perlahan jari dia menusuk nusuk memekku, aku menggelinjang di buat nya.
Ingin rasa nya aku mendesah yang keras untuk melepaskan perasaan nikmat yang melandaku.

Sementara itu aku melihat dia mengocok kontol nya sendiri tak seberapa lama, aku melihat dia seperti orang kena sengat, dalam keremangan aku melihat dia menghentak hentakkan tubuhnya. Aku tak tau kenapa. tak seberapa lama pula aku teridur.

Ketika aku bangun aku sudah sampai ke kotaku, dan ketika aku turun aku tidak melihat laki2 itu lagi, rupanya dia sudah turun sebelum aku.
Ahh…ahir nya perjalanan ke pulau dewata tak membosankan lagi.

The end

1 comment June 4, 2008

Sahabat tercintaku nikmatnya kamu

This story kisah nyata aku, saat aku tak bisa lagi menyelamatkan persahabatanku karena nafsu.

MAlam ini aku dan Jie lagi nonton film yg siang tadi baru aku pinjem dari temen aku.
film yang berjudul” don’t fuck me” film bokep yg asik banget. Aku membuka botol minumanku dan menuangkan nya ke gelas. Teh hijau dingin kesukaanku, sementara Jie minum bir bintang dalam kaleng.

“Mel cepet donk duduk sini dah mulai nich” kata Jie
“tar dolo napa seh ribut aja” sungutku

Kemudian aku duduk di dekat Jie, yang serius banget nonton tuh film, dalam film itu seorang gadis sedang berkomukasi dengan dua orang laki2.
Tiba tiba aja Jie merangkulku dan merebah kan aku di pangkuan nya. Aku rebahan aja sambil ngemil chitos snack kesukaanku.

“paan seh Jie” kataku sambil berdiri
” ya elah elo di gituin aja dah lari”
” lah lo ngapain ribut” kata aku lagi
” g papa pengen pegang aja, masak g boleh” kata Jie sambil nyengir
” G lucu tau” kataku
” iye iye jangan nyolot gitu ah” rayu jie ketika aku mulai ngambek
” baru juga di pegang, lom juga gw remes,dah marah, gimana lo bisa ML kalo lo merit nanti” imbuh Jie
” ye dasar lo, kalo gw harus ML bukan bearti ma elo tau..dodol” celotehku
” ye sapa yang bilang mo ML ma elo lagi weeei” cibir Jie

Sebenar nya bukan hal yang pertama kalo aku rebahan ma Jie, or nonton bokep bareng Jie, aku dan Jie dah kayak kakak beradik, karena itu walo aku ampe malem main di tempat kost Jie, ibu kost nya g pernah marah or ribut karena ibu kost nya tau persis aku ma Jie itu seperti apa. Dan juga sifat ku yg super tomboy membuat semua orang tau kalo aku g suka ma yang nama nya laki2.

Aku meninggal kan Jie sendiri film nya juga baru separo putaran tapi aku dah keburu gambek ke Jie lantaran ulah dia.

” Mel…lo mo nemenin gw g …sini yah gw mo cerita ke elo” suara Jie di tlp
” g tau apa ujan gede kek gini” bantahku
” plz dech …gw mo cerita soal Erlin neh” kata dia lagi
” napa Erlin menduakan elo?” candaku
Tapi aku tak mendengar jawaban, yg aku dengar malah nada putus dari seberang. Aku melirik jam tanganku, waktu masih menunjukkan jam 3 sore, sementara itu ujan di luar lebat banget. Aku pamit ke ibuku mo ketempat Jie. ibuku mengiyakan aja.

sesampai nya di tempat Jie, aku mendapat kan dia sedang duduk di lantai sambil nangis, Bau minuman menusuk idung, botol minuman dimana mana.

” Jie lo napa sih….gila lo kambuh ya” ocehku sambil narik dia
Tiba tiba aja dia ngerangkul aku, and nangis di pelukan aku.

“ada apa sih jie….lo dasar ye gila dah tau badan kekar cengeng” omelku lagi
” Erlin nyakitin gw Mel….tadi gw liat dia jalan ma Andre”
” nah …gw bilang juga apa…jagan pacaran cinta itu basi, elo mah suka banget mendewakan cinta kalo dah gini ribet”
” heh dah ah sini sini…gw puterin film yg kemarin gw kan lom selesai nonton, kalo lo mo nerusin nangis terusin aja, gw mo nonton” sambungku.
Emang begitu sikap ku kalo ada masalah g pernah ambil pusing, apa lagi jie halah biarin aja dia ribet ma cinta nya.

Aku bangkit menuju Tv untuk memutar film bokep yg kemarin, lalu aku rebahan di sisi Jie yg masih mendem akibat minum.
Aku menarik tanngan Jie untuk aku jadikan bantal, kemudian tangan Jie yg satu merangkulku.

Entah mengapa tiba tiba Jie menciumku, dan entah mengapa pula aku tak menolak nya, entah pengaruh film, or hawa dingin or karena aku feel bad ngeliat Jie kek gitu.
Ciuman kami semakin lama semakin gila, Jie memain kan lidah nya di mulutku, sementara aku membalas setiap ciuman ciuman Jie.

Tangan Jie mulai menggerayangi bagian pahaku, karena saat ini posisiku berhadapan dengan Jie, maka dengan mudah nya Jie meraih bongkahan bokongku, di elus elus nya.
Aku merasakan sensasi yang luar biasa. Karena seumur umur ini adalah yang pertama aku di perlakukan seperti ini.

Jie bangkit melepas kaos nya kemudian dia kembali menindihku, dia kembali menciumiku, dan satu persatu kancing bajuku di lepasnya, aku semakin gila ketika bibir Jie menyerbu leherku.

” ahhk…Jie terusin Jie” rintihku ketika Jie mulai menyerbu buah dadaku, Jie mempermainkan puting kecilku memilin nya dan menggigit kecil ujung nya.

Kemudian Jie membuka seleting celanaku, dan melepas nya, dia melemparkan begitu saja di lantai.
Kali ini Jie menyerbu perutku dengan ciuman ciumannya, aku menggelinjang tak karuan di buat nya.

“ooohhh…Jie…enak banget Jie…aaahhh” aku mendesah desah g karuan
” Mel…isepin punya gw yah…” pinta Jie yang di barengin membuka celana dan menyodorkan kontolnya ke mulutku.
Tanpa pikir panjang lagi aku langsung meraih benda yang biasanya aku lihat di movie itu.
” aahkk….Mel….oooohhh….aaaaahhhh” Jie mendongakkan kepalanya ketika bibirku menyentuh miliknya.
“Jie punya lo gede juga ya….mmmm…gw suka banget” ocehku
” terusin Mel….isep terus….ouch…” Jie kaget ketika ujung nya yang mengkilat itu aku gigit gemes

Jie melepas celana dalamku dan menarik kakiku di bibir ranjang sehingga kakiku menjuntai kebawah sementara separuh dari tubuhku masih tetap di ranjang.
Jie jongkok tepat di depan kakiku kemudian dia membungkukkan badannya dan perlahan dia menyapu bagian sensitif dari tubuhku itu dengan bibir dan lidah nya.

“oooohhhh…….Jie…..aaaaahhhh…” rintihku
” mel…ooohhh…memek lo enak banget mel…” kata Jie
Jie terus menjilati vaginaku, sambil kedua tangannya membuka bibir vaginaku dan Jie menjilati klitorisku, aku menggelinjang tak karuan di buat nya, sensasi yang begitu nikmat menjalar di sekujur tubuhku.
perlahan lahan Jie memasukkan telunjuk jarinya,lalu mengeluarkan nya dia melakukan nya berulang ulang, membawa aku semakin terbang ke lautan nikmat yang tak pernah aku rasakan. Aku kelojotan G karuan di buat nya.

“Jie terusin …terus Jie…ooohhh…nikmat nya, aaaahhhh”
” gw suka ma memek lo Mel…memek lo nikmat sekali” oceh Jie
“Jie…oooohhh….Gigit jie …plz gigit my clit Jie plz…”
” hhhhmmm….aaahhh….ooohhhh….nikmat nya mel….nikmat banget”

Jie bangkit dan menempelkan kontol nya ke vaginaku, dia memukul mukul kan benda keras itu di vaginaku, mirip dengan adegan yag seminggu lalu aku lihat di bokep dengan Jie, kemudian perlahan Jie memasukkan benda itu ke vaginaku.

“aaahhhkkk…..aduh…sakit Jie.” jeritku
Jie menarik nya kembali,lalu dia mencoba meludahinya, dan kembali mencoba menyodok memekku dengan kontol nya lagi.

“aaahhhh….Jie sakit Jie…udah gw G mau sakit banget” jeritku
” Mel ayo donk…pls…tahan dikit pasti enak…pls ya Mel” pinta Jie
” G ah…sakit banget” kataku seraya berusaha bangkit. Namun Jie berusaha menahan gerakku, dengan kembali berjongkok dan menjilati vaginaku lagi.
Aku kembali di dera nafsu yang teramat sangat.
Karena aku kasihan ngelihat Jie dan juga aku sendiri sebenar nya juga ingin tau rasanya seperti apa.
” Ok Jie…I let you do it..tapi pelan ya plz” kataku nyerah

Aku membungkam mulutku dengan selimut agar aku tak menjerit kenceng,Ketika Jie mencoba lagi memasukkan benda itu aku merasakan sakit sekali, seperti kena iris pisau yang tajam, terasa perih di selakanganku.

” tahan ya Mel…bentar lagi masuk semua kok yah” pinta Jie

MAtaku mendelik ketika dengan satu Hentakan benda itu menembus memekku.

” aahkk….stop Jie sakit jie…stop dulu plz …plz…” aku meringis menahan sakit yang teramat sekali, tanpa terasa air mata menggalir, karena sakit nya luar biasa.

Setelah beberapa menit jie mendiam kan kontol nya di dalam memekku, Jie mulai mencoba menarik keluar kontol nya, walo hanya separuh yg dia tarik.

” dah Mel dah G sakit kan?” tanya Jie
Aku menggelengkan kepalaku karena rasa sakit itu perlahan hilang. Sementara Jie berhenti menarik kontol nya kali ini Jie menciumi buah dadaku lagi, yang membuat aku kembali terangsang, setelah Jie tau kalo aku terangsang kembali Jie mulai menarik majukan kontol nya.

” oooohhhh…..aaahhh….aaahhhk”
” Mel memek lo enak banget mel….oooohhhh…gw pengen ngetotin elo tiap ari Mel” ceracau Jie
” Jie….terus Jie….yang dalem Jie….oooohhhh ….hhhmmmm….aaaahhh” aku mengerang tak karuan di buat nya

” Jie gw suka kontol lo….gw mau kontol lo Jie….terus Jie ooohhh”
” yang kenceng Jie ooh ya…begitu Jie …terus…iyah….aaahhh”

Jie terus menggenjotku, sementara film bokep yg aku putar terlihat seorang wanita dengan di kerjain 4 peria. kelihatannya si wanita sedang di perkosa.

Setelah beberapa menit Jie menggenjotku, tiba tiba Jie merubah irama genjotan itu menjadi lebih cepat.

” Mel…gw mo keluar mel…aaahhh….aaahhhh” di iringi dengan genjotan yg lebih cepat jie menjerit keras.

” aaahhhh……..aaaahhhhkkk…..gw keluar mel…gw keluar aahhkkk..”
crooot…crooot….croot. Jie menyemprotkan pejuh nya ke memekku, aku merasakan kontol Jie berkedut kedut di memekku.

Jie terkulai lemas di atasku dengan lembut nya dia menciumku, kemudian aku meminta jie berbaring di ranjang dan aku bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.

” aahkk….ouch….” aku merintih karena memekku perih sekali ketika aku buang air kecil. Aku mandi sebentar setelah mengeringkan badanku aku keluar kamar memakai bajuku kembali.
Jie tertidur, aku meninggal kan nya sendiri , sebelum aku pergi aku menyelimuti Jie, lalu aku keluar mengunci pintu.

Sementara dalam perjalanan pulang aku merasakan ada sesuatu yang mendorong dorong aku dari dalam, entah apa, yang aku rasa seperti aku ingin mengeluarkan nya, tiba tiba perasaanku jadi sebel dan kecewa.

keesok hari nya ketika aku ketempatnya Jie, aku masih mendapat kan dia tertidur.

” weeeeeeeiiiiiii……..bangun udah siang tau dodol…mang ini dunia milik lo sendiri apa” bentakku
” Hidup ini G free Mr…lo mesti bayar…lo ngontrak tau di dunia ini, biar kate ini milik nenek moyang elo” ocehku

Jie tidak menjawab dia malah menarik tanganku yang membuat aku jatuh dalam pelukan dia. Kemudian dia memberiku kecupan di pipiku.

” Mel…maafin gw yah….gw dah nyakitin elo” katanya

Tiba tiba aku baru merasa kalo sesuatu itu telah hilang dari diriku.

” udalah Jie…kita mo nangis mo nyeselin kek apa juga percuma semua udah ilang, dan semua juga bukan orang lain kok, semua juga mau kita”

” dan gw seneng kalo ternyata lo yang ngedapetin gw bukan orang lain, setidak nya gw tau kalo lo yang telah ambil milik gw, walo gw tau lo bukan tipe cowok idamna gw” imbuhku

” Mel…lo G marah kan ma gw?” tanya Jie

” ya elah ini anak udah ah sana…bau..mandi sono…dasar”

Walo jujur terselip rasa kehilangan, tapi aku selalu bisa menutupi setiap luka yang aku miliki agar orang lain tak tau apa yg sebenar nya aku rasa.
Jie bangkit menuju kamar mandi, aku mendengar dia mandi, sementara aku duduk di Ranjang sambil menyilahkan kakiku dan menutupinya dengan bantal.
tak seberapa lama Jie balik lagi hanya menutupi tubuh nya dengan handuk,dan kemudian dia melempar handuk itu lagi, dan menuju ranjang.

Jie menarik selimut lagi dan rebahan di balik selimut.

” Mel sini….” pinta Jie

Aku merebahkan diri disebelahnya. Jie mengelus elus tubuhku, sementara aku mengelus dada Jie yang bidang itu.

” Mel….semalem lo dapet G” tanya Jie
” paan? duit?” tanyaku
” bukan lah…semalem lo keluar g?” tanya Jie lagi
” g …kemarin dari sini gw langsung pulang tdr abis itu jam 8 gw makan trus tidur lagi” jawabku
” huh dasar…bego lo…sini sini” kata jie sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku

Jie membalikkan badan nya, yang membuat posisi dia jadi menghadap ke wajahku, kemudian dia menciumi bibirku, aku memejamkan mataku, mencoba menikmati ciuman itu.
Jie melumat bibirku, aku membalas nya dengan lembut, perlahan lahan aku mulai merasakan tubuhku mengalirkan arus kenikmatan.

“Jie …terusin Jie…gw mau lo puasin gw”
” iya mel…gw suka ma tubuh lo…” jawab Jie
” Jie….oooohhhh….gigit dong Jie puting gw…” pintaku
” mel…susu lo indah banget ….”

Jie mulai memain kan lidah nya menyusuri lekuk lekuk tubuhku, melucuti satu persatu kain penutup tubuhku.
kemudian Jie menyerang kuping dan leherku dengan ciuman ciumannya.

” Jie …aaahhh…gw mau kek yang kemarin jie…plz “
” aaahhh….Mel isepin kontol gw dulu yah plz”
“abis gw suka lo isepin” pinta Jie

Lalu Jie bangkit dan menyodorkan kontol nya yang sudah mengeras itu ke mulutku.
Aku mengulum nya dengan sesekali mengocok nya dengan tanganku.
Aku meludahi nya agar tak kering, aku mengisap nya, dan mengocok nya , aku main kan lidah ku di ujung kontol jie, aku main kan lubang kecil itu. aku pingin banget bisa masukin lidah ku kedalam lubang imut itu.

” ooohhh…..aaahhk…Mel ….terusin sayang…ooohhh” Jie mendongakkan kepalanya menahan kenikmatan dan sensasi yang aku berikan.

“mel sini….gw isepin punya lo” kata jie

Aku berdiri di bibir ranjang, sementara tangan jie memain kan memekku yang sudah banjir dari tadi. kemudian Jie memintaku menaikkan salah satu kakiku ke bibir ranjang.Kemudian Jie jongkok di depanku dan mulai menyapu bibir memekku dengan lidah nya.
Kakiku gemetar menahan kenikmatan yang melandaku. Jie terus menjilati memekku, dan memain kan jarinya bersamaan dengan jilatan nya.

” Jie….oooohhh….Gw G tahan Jie…aaaahhhh”
” Lo suka Mel….suka kalo memek lo gw jilatin …hhhmmmm”
” iya …jie…Gw suka banget….aaaahhh”
” masukin jie …plz….Gw mau kontol lo…” rengekku

Jie memintaku membungkukkan badanku, yang kemudian Jie mencoba memasukkan Kontol nya dari belakang.

” ooohhh Jie….nikmat Jie….oooohhhh”
” iyah mel….ooohhh….gw suka banget ma memek lo”
” terus jie….iyah …begitu jie…goyang goyang jie” pintaku

Tak seberapa lama aku meminta Jie pindah ke sisi ranjang sebelah kanan yang dimana ada lemari baju yg ada cermin nya.

” gw pengen liat kontol lo kalo lagi ngentot gw jie” kataku

Kemudian Jie kembali menusuk kan kontol nya dari belakangku, kali ini Jie menarik selisih kakiku, dan kelihatan jelas kontol Jie keluar masuk memekku.

” ooohhh…jie Kontol lo enak banget…merah banget”
” iya mel….lo lihat kontol gw gi ngentotin memeklo” oceh jie
” ho oh Jie..aaahhh….enak nya jie….aaahh”

Kami merubah posisi kali ini aku di atas dengan posisi membelakangi Jie, aku menaik turun kan pinggangku, seseklai aku memutar putar arah gerakanku.
Rasa nikmat membuat aku semkin gila memacu goyanganku.

” ooohhh…mel…gw mo keluar mel…aaahhh”

Aku hentikan goyanganku karena aku juga mau keluar, aku turun meminta Jie untuk mengentotku di atasku, karena aku ingin kita berdua keluar sama sama dan aku ingin melihat wajah Jie.

Jie segera mengenjotku lagi dari atas, semakin lama semkain cepat.

” oooo….aaaahhhh…terus Jie …dorong yang cepet Jie…yg dalem Jie”
” iyah mel…gw dah mo keluar….aaahhh”
Jie…sepetan Jie…gw…aaahhh….gw…oooohhhh….” aku mengangkat pinggangku setinggi tingginya, karena aku merasakan ada yang pengen menghentak keluar.

” aahhkk….Jie gw…ke…kell…keluar…aahhkk…” aku kelojotan tak karuan mataku tak lagi bisa melihat wajah jie, aku merem melek g karuan menikmatin orgasme yg baru pertama kali aku rasakan seumur hidupku.

” mel…gw juga….aaahhhh….aaahkk…aahhk..”

Dengan satu hentakan keras jie menyemburka pejuh nya ke memekku. Aku mendekap erat Jie, kontol Jie berdenyut di antara pijatan pijatan memekku.
nafasku tersengal sengal seperti orang sedang lari maraton mencapai garis finish.
Aku dan jie tertidur sambil berdekapan.

The end

( special buat yg di bandung, I want you, and Buat Jie kalo lo baca tulisan ini, hope lo inget aku ya, is me…)

1 comment June 4, 2008

SOPIRKU

Kisah ini adalah kisah nyataku, yang sampai saat ini masih berlanjut antara aku dan pak warso.Pakwarso adalah sopir bribadiku yang sudah lama kerja di rumahku.

Sore itu pak Warso mengantarku ke kantor notaris, karena ada urusan yang harus aku selesai kan. Aku duduk di jok belakang, tiba2 saja aku mengamati pak warso yang selama ini menjadi sopir keluargaku.”hhmmmm…ternyata dia boleh juga, badan dia kekar dan berotot, palagi itu nya yah…pasti nyummi” pikiran pikiran kotor mulai mempermainkan otakku.

“pak Warso…dah berapa lama sih menikah kok belum punya anak” pancingku

” 16 tahun Bu” jawab nya singkat

” kok lom punya anak…pasti Pak Warso kurang genjotan nya” kataku mulai menjuru

” siapa bilang bu…orang saya paling jago di ranjang…istri saya saja kadang minta apun nangis nangis” jawab nya

Aku dan pak warso memang dari dulu suka bicara blak blakan tapi baru kali ini menjurus ke sola ranjang.

” aahh…G percaya aku pak” jawabku

“apa ibu mau saya kelonin…biar percaya” jawab nya sambil masih menyetir mobil.

pikiranku semkain tidak menentun membayangkan tangan tangan Pak warso menyusuri tiap inchi kulit tubuhku.

” nggak ah pak laki laki mah besar di mulut doank…kek tamu tak di undang…belum juga di suruh masuk udah keluar duluan’ jawab ku sedikit menantang.

” Bu…andai saja Ibu bukan majikan saya, dah dari dulu ibu saya perkosa” jawab nya mengaget kan aku.

Sepulang dari kantor notaris pikiranku masih saja memikirkan kata kata pak Warso
ingin rasanya menikmatin benjolan di balik seleting celana itu.

“pak, tolong belikan ini ya…pake uang bapak dulu deh nanti aku ganti” kataku sambil menyerahkan secarik kertas yang sebenar nya bukan lah catatan belanja melain kan tulisanku menantang dia.

” PAK…AKU TUNGGU SAMPAI DIMANA KAMU BERANI SAMA AKU….KALO MEMANG JANTAN BUKTIKAN”
tulisku di kertas itu.

aku menuju meja makan setelah memberikan note kecil pada pak warso, aku duduk di meja makan, yang arah nya membelakangi ruang tamu.
rumah ku selalu rame maklum keponakan dan orang tuaku juga tinggal denganku. Tiba tiba saja aku merasakan tangan kekar mencengkeram susuku, meremas nya dengan gemas nya, dan nafas memburu terdengar jelas di telingaku.

” aaahhhh…kamu mau aku entot dimana…katakan…hhhhmmmmm….” katanya sambil terus melumat kupingku dan meremas remas payudaraku yang montok.

” ssshhhh…..aaahhhh pak…terusin pak….nikmat sekali” jawabku sambil mulai merai bibir nya, aku semakin bernafsu ketika tangan pak warso turun keselakanganku. aku semain gila meneima rangsangan itu.

“ooohhhh….hhhhmmmm….terusin pak….ayo pak terusin” ketika tiba tiba aku merasa remasan remasan dia mengendor bersamaan lenyap nya dia dari belakangku. Aku kecewa bukan kepalang , aku masuk kamar dan menutup pintu.

Keesok hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso , aku masih marah akibat semalem. dalam perjalanan ke kantor ku aku hanya membisu.

” maafin aku bu, habis situasi nya seperti itu” tiba tiba dia membuka pembicaraan.

” sudah lah pak, kalo memang nggak bisa muasin orang nggak usah banyak bicara” jawabku ketus

Tapi tiba tiba laju mobil memutar ke arah menjauh dariarah ke kantorku, menuju pinggiran kota.

” mau kemana sih pak, aku bisa telat loh ” protesku.

mobil terus melaju cepat menuju arah utara mendekati area pantai. sepuluh menit kemudian pak warso membelok kan mobil menuju sebuah Hotel. dalam hati aku tersenyum sendiri.
setelah pesan kamar Pak warso membawa mobil masuk kedalam, dan parkir di depan salah satu kamar. Hotel ini memang bagus karena memiliki kamar sweet yang indah dengan harga yang tak seberapa mahal.

Pak warso membuka pintu mobil, aku pura pura diam tak menghiraukan dia. Lalu pak warso menarik tanganku masuk ke kamar hotel. sesampai nya di kamar belum sempat aku berbicara, pak warso telah memelukku erat dan menciumiku dengan penuh nafsu.

” aaahhh…pak….ooohhhh…” desah ku sambil membalas kecupan kecupan nya, lidah pakwarso bermain main di rongga mulutku.

” sekarang kau boleh minta apapun yang kamu mau, aaaaahhh…aku sudah lama ingin mencumbu mu” kata pak warso di sela sela ciuman nya.

Tangan pak warso dengan kasar meremas kedua bukit kembarku, remasan yang kasar semakin membuat aku gila, tubuhku meliuk bagai kan penari yang gemulai.
Tangan pak warso mulai turun menyusuri berut ku …meraba pantat ku yang padat berisi.

” Bu….aaaahhh…aku sudah lama menanti saat saat seperti ini…ssshhh….aaahhhh….aku akan puas kan kamu ” ceracau pak warso sambil etrus menciumiku. ciuman itu turun ke bagian dadaku, sementara tangan kanan pak warso mulai menyelinap di balik rok spanku.

“Ooohhh….pak …ssshhhh…terus pak..puas kan aku hari ini” ceracauku

” hari ini aku milik mu pak…aaahhh….terus pak…terus…” kata kata yang tak terkontrol keluar begitu saja.

Pak warso membuka satu persatu kemeja kerja ku, dan melepas rokku dan melempar nya begitu saja. aku di dorong nya ke dinding.
masih dengan beringas nya pak warso menciumi, menciumi payudaraku, yang masih terbungkus bra, aku mengeliat geliat tak karuan.

” Bu…kamu begitu cantik, tubuh mu begitu indah…aku ingin menikmati tubuh indah mu ini” celoteh pakwarso, sambil tangan nya membuka pengait braku, seketika itu payudaraku yang montok menjadi sasaran lidah pak warso.

“terus pak…isep pak…isep terus…gigit…gigit puting nya pak” cercau ku

” OOohhh…indah nya….aaahhh…nikmat nya susu kamu bu”

” ayo pak …cepet pak nikmatin tubuhku ini…isep susuku yang montok ini”

“aahhhkk….oooohhhh….” aku memekik ketika pak warso tiba tiba sajamenyentuh bagian yang paling sensitif itu.
Tangan pak warso mengelus elus memekku yang sudah basah.

” pak…terus ..aaahhh…masukin jari nya pak ..ayo pak..” aku memohon padanya

Pak warso jongko di depanku, menarik pahaku kananku dan menaruh nya di pundak nya, kemudian pak warso menjilati memekku dengan rakus nya.

” ooohhh…pak…oh yah…ahhhh…terus pak…terus pak masukin lidah nya yang dalam pak”

” hhmmm….enak nya memek mu Bu…ahhh…ini itil nya ya bu…aku isepin ya sayang” kata pak warso.

” iya pak…isep pak..isep pak…terus pak “

” ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak aku…aku…oohh…paaaak ..aku…” dengan menghentak hentak kan pinggulku tanganku menekan kua kuat kepala pak warso, tubuhku kejang kakiku gemetar, bagaikan mengeluarkan bongkahan batu yang teramat berat dri dalam rahimku.

aku mencapai orgasm yang pertama, kaki ku masih gemetar, pak warso tau aku tak bisa berdiri, dia membopongku keranjang. Kemudian dia menelpon room service memesan juice oranges kesukaanku.

Pak warso kembali menciumiku, melumat bibirku,kembali aku di permainkan nafsuku,kali ini aku lebih agresif, kubalas ciuman pak warso dan tanganku mengelus pundak pak warso.
ciumanku merambat ketelinga pak warso, kusapu habis telinga pak warso dengan lidah ku, kemudian ciumanku turun ke leher pak warso. Pak warso mendesah.

” aaahh…terusin sayang ciumi aku sampai kau puas” ceracau nya

tangan pak warso mempermainkan payudaraku, meremas dan memilin putingnya yang mulai mengeras.

Tanganku mulai pindah ke ikat pinggang pak warso, segera saja aku buka ikan pinggang itu dan menurun kan celana panjang pak warso. terlihat jelas benjolan di balik celana dalam itu. Aku berjongkong di depan pak warso, perlahan ku turun kan celana dalam itu dan….wow besar nya, gumam ku.aku mengulum batang pak warso yang keras bak gada besi.

” ooohhhh….terus isep sayang…yah …yah…ohhh…aaahhhh ” pak warso mengerang

” aaaahhh…..terus sayang kulum habis kontol ku…aaahhhh “

aku mengulum terus memain kan lidah ku di ujung nya yang merah mengkilat, dan menusuk nusuk kan lidah ku ke lubang yang imut itu.

” eeemmmm….pak …aaahhh kontol bapak nyumi sekali” desahku, sambil terus mengocok batang pak warso dengan bibirku, ku isep dan ku mainkan buah pelir yang menggelantung itu.

” aaaahhhh…..aaahhhh….” pak warso mendesah desah ketika aku menghisap buah peler nya.

Pak warso menarik bahuku, dan mendorong tubuhku ke ranjang, aku telungkup di ranjang , dengan posisi setengah badan di ranjang dan kaki ku menjuntai ke lantai.
Pak warso menarik ke duah kakiku agar melebar pak warso kemudian sedikit menurun kan badan nya, memukul mukul kan batang itu ke bongkohan pantat ku.

” aaahhh…pak ….ayo pak …aku sudah tidak tahan jangan permain kan aku pak” kata ku menghiba.

pak warso membalik kan badanku , kemudian pak warso mennusuk kan gada yang merah itu ke lubang vaginaku.

” aaahhhkkkk….pak sakit pak…sakit…” teriak ku sata kontol bear tu mencoba menyeruak masuk, aku mendorong kaki pak warso dengan kaki ku agar menjauh.

pak warso lalu jongkok di depan vaginaku, dan menyapu bibir vagina itu dengan lidah nya.

” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…”
” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso
aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar dan haus akan kenikmatan itu.

” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…ouch…sakit pak…sakit…” rintihku

pakwarso dengan perlahan dan pasti menusukkan kontol besar itu ke memekku.

” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh “

Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku bisa menerima kontol yang besar itu.

” yah pak…iyah…iyah…terus pak ..terus…masukin yang dalam pak terus…ooohhh”

” sayang memek kamu nikmat sekali….memek kamu sungguh nikmat…aku akan entot kamu sayang…aku akan memuaskan kamu” oceh pak warso

” ooohhh pak terusin pak…kontol bapak besar dan nikmat….oh ya…yah..yah…” ceracauku diantara sodokan sodokan kontol pak warso.

pak warso menarik kontol nya dan memintaku turun ke lantai yang beralaskan selimut, dia memintaku nungging. pak warso membungkukkan bandan nya dan menciumi pantat ku, kemudian dia melebarkan bongkohan pantatku. lidah pak warso menyapu anusku.

” aahhkkk…pak…ooohhh….terus kan pak…iyah…jilati pak..ayo jilati terus anusku pak”

” eemmm…nikmat nya sayang…aku amat suka anus kamu yang indah ini” kata pak warso

Kemudian pak warso berdiri dan mulai menusuk nusuk kan kontol nya, kenikmatan tiada tara membawa aku meliuk dan bergoyang mengikuti sodokan demi sodokan dari kontol pak warso.

‘ ayo pak…yang keras pak..yang keras…ooohhh …aaahhh”

” pak aku mau keluar pak…aaahhh…ayo pak cepetan pak…yang kenceng pak terus pak sodok memek aku pak…entot yang kuat pak …ayo pak.” ceracau ku

” iya sayang aku juga mau keluar…aaahhh…”

” pak…oooohhhh….aaahhhh aku kelu…ak..aku…akukeluar paaak” dengan hentakan keras ke belakangdan pak warso dengan hentakan keras kedepan aku merasakan seakan akan kontol itu menembus anusku.

” aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhhh” erang pak warso yang di iringi semburan hanggat di vaginaku.

kami berdua ambruk di lantai…menikmati sisa sisa kenikmatan sorga dunia itu.

the end

Add a comment May 19, 2008

Ternyata enak juga

Cerita ini berawal dari keinginanku untuk buktiin ke suamiku kalo aku tuh bisa bawa mobil sendiri tanpa harus di antar sopir, so aku pergi ke salah satu nasabahku, dengan mengendarai mobil sendiri

Mendung tebal angin dingin mulai menghembus, aku terus melaju mobil ku melintasi jalan raya yang agak sepi, aku baru saja mengunjungi salah satu nasabahku yang tempatnya agak jauh dari kota, aku harus melewati jalan raya yang sepi dan jauh dari perumahan penduduk.Tiba tiba saja aku merasakan ban mobilku kempes, lalu aku menoba berhenti dan memeriksanya, ternyata ban belakang sebelah kiri kempes.”ah g papa pasti aku masih bisa menaikinya sampai di kota” pikirku.

Dan ketika aku membuka pintu mobilku, aku tak bisa membuka nya.Astaga aku menutup pintu mobilku dan kunci mobil masih mengantung di dalam, haaa…dasar sial. aku mencoba mencari Hpku, Oh no..! Hp dan tas ku juga di dalam mobil.

Hujan mulai turun aku bsah kuyup kehujanan, mana sudah menjelang malam, tempat sunyi kek begini weeeeeeh….merinding rasanya.Setelah 20 menit berlalu aku melihat lampu mobil, aku melambai lambaikan tanganku.
Mobil itu berhenti dan ternyata pengendaranya adalah anak anak muda, sepertinya pelajar SMU.

“eehhhmmm….boleh minta tolong g dik, pinjem Hp nya buat telpon ke rumah, bentar aja,kunci mobil aku kekunci didalam mobil,dan tas aku di dalam juga” kataku sambil gemetaran menahan dingin.

“waduh mbak..eh tante masuk mobil aja dulu, biar g kedinginan” jawab salah seorang darimereka.Aku masuk kemobil, karena memang kedinginan.

“aduh sorry ya mobil nya jadi basah” kataku. ternyata dimobil itu ada tiga orang remaja yang masih berseragam SMU, bau mobil terasa banget bau rokok, dan seperti nya mereka abis minum minum.

” ah g apa apa tante, ini HP nya ,telpon aja dulu” kata pemuda itu sambil menyerahkan HP.

Berkali kali aku coba menghubungi G ada yang menjawab,tidak biasanya di rumah sepi jam segini, gerutuku.
“G ada yang angkat ya tante?” tanya pemuda yg di sebelahku.
“iya, g tau kemana mereka” kataku mulai gelisah.
” kalo begitu kita anter aja deh tante, rumah nya dimana”jawab pemuda yang di depan.
“wah agak jauh dek, di jln kartini” jawabku
” gpp tante paling juga 30 menit kan dari sini” jawabnya lagi
“iya deh makasih kalo g keberatan nanti aku ganti uang bensin nya ya” kataku lagi

Mobil melaju,agak perlahan karena hujan lebat sekali, aku semakin kedinginan karena baju yang aku kenakan basah sekali.Aku mencoba menggosok gosokkan telapak tanganku, untuk mengurangi ras dingin.

“Riki lepas donk jaket lo, kasih ke tante biar g kedinginan, lo mah dah liat gitu di diemin aja” kata pemuda yang menyetir mobil. kemudian pemuda yang duduk di kursi depan melepas jaket nya dan memberikan nya padaku.

“kenalin tante yang di sebelah tante tuh namanya Dendi, nah ini Riki, and gw Angga ” kata si angga mengenalkan diri.
“tante masih dingin ya, mau gw peluk tante biar agak hangatan dikit” tanya si Dendi tiba tiba. aku tak menjawab karena tubuhku bener bener gemetar kedinginan, aku biarkan saja si Dendi memelukku.aku mulai merasakan hangat di tubuhku. aku memejamkan mataku.

Tiba tiba aku merasakan sesuatu merayap ke buah dadaku, aku membiarkan nya,aku pura pura tak merasakan apa apa,aku merasakan nafas Dendi mulai takteratur.perlahan perlakuan Dendi membangkitkan gairahku, aku geserkan tubuhku sedikit agar Dendi bisa leluasa bermain main di payudaraku.
Dendi menngecup kupingku, yang seketika itu mengalirkan getar birahi, yang secepatkilat menjalar keseluruh tubuhku.

“oh..ssshhhh…..aaahhh” desahku,
“tante…aahhh …kamu cantik sekali” desah Dendi, sambil perlahan mulai meraih bibirku, kami berciuman, lidah Dendi bermain main di ronngga mulutku, tanganku mulai aktif, menjamah dan mengelus apapun yang bisa aku elus dari tubuh Dendi.Aku benar benar lupa kalo di mobil itu ada oarang lain.
dan tanpa aku sadari aku merasakan elusan elusan lain di pahaku, sementara tangan Dendi masih memainkan payudaraku, dan bibirnya masih terus melumat bibirku.

“ahk…aahhh…aaaaahhh….”aku terpekik mana kala elusan elusan itu menyentuh sesuatu yang paling sensitif itu. rupa nya Riki tanpa kusadari telah berpindah tempat, Riki terus mengelus dan mulai melepas celana dalamku, aku benar benar di derai perasaan nikmat yang teramat sangat.

“ooohhhh….terusin…oh yah…aaahhh” desahku mana kala Riki mengelus elus Vaginaku dan sesekali menyentuh clitku dengan jempolnya.
Dendi meucuti pakaianku, melepas braku, aku benar benar tak kuasa menolak kenikmatan itu. Dendi melumat , menghisap dan mengulum puting payudaraku bergantian. dan Riki mulai menjilati bibir kemaluanku. sunnguh kenikmatan yang luar biasa menyerang aku dari bwah dan atas.

“tante…nikmat sekali payudara tante ” kata Dendi.
“isep Den..terusin Den…aaah” ceracauku.
“oooohhh….Ki aahhh…masukin jari nya ki…terus ki…Buka ki masukin lidah kamu Ki…oooohh” aku semakin gila.Aku mengangkat angkat pantatku sambil tanganku menekan kepala Riki yang sibuk menjilati kemaluanku.
“aaaahhh…Tante memek tante enak sekali…Riki suka sekali” kata riki
“aduh kalian jahat ya…masak gw suruh nyetir mobil sambil kontol gw ngaceng kek gini” celoteh Angga.

” Den…tante buka ya” kataku sambil meraih seleting celana Dendi. Dendi pasarah saja. Gundukan yang keras di balik CD biru itu membuat aku tak tahan ingin segera menikmatinya. Dendi bangkit dan melepas celana dan CD nya. Riki mengikuti hal yg dilakukan Dendi, kemudian aku duduk diantara mereka, kedua nya melumat payudaraku bergantian, sementara aku melebarkan kakiku, sebelah kiri ke Riki dan sebelah kanan di atas paha Dendi, jelas sekali memekku yang basah itu terpampang dengan jelas nya.
sementara kedua tanganku sibuk memainkan titit Dendi dan Riki.

tangan Dendi merambat turun dan menyentuh vaginaku, aku mengeliat ketika jari riki mulai menusuk lubang vaginaku. kemudian aku merubah posisiku, dengan membelakangi Riki dan mengoral titit Dendi. tapi kemudian riki menarik pantatku dan mengangkat nya, sehingga posisiku setengah menungging.

” aaahh…tante…isep tante…oooohhh nikmat sekali” ceracau dendi
“isep kontol gw tante….oooohhhh …terusin tante ….isep…”dendi mengeliat tak karuan ketika buah jakar itu aku isep dan aku coba masukkan semua kemulutku.
aku terus mempermainkan kontol Dendi, menusuk nusukkan ujung lidah ku ke lubang yang kecil itu.

sementara itu, Riki memberiku sensasi yang luar biasa, ketika lidah dendi menyapu anusku,memainkan lidah nya di anusku. tiba tiba aja Angga mengejutkan kita semua.
“Dah sampe neh…giliran gw kalian mundur semua ” kata Angga sambil membuka pintu mobil, yang tanpa aku sadari ternyata kita sudah di dalam ganransi mobil Angga. kemudian Dendi turun yang diikuti oleh Riki, mereka berdua tergopoh gopoh memakai kembali celana mereka.
angga menarik jaket yang hendak ku kenakan kembali, dan menarik tanganku keluar dari mobil, dalam keadaan baju yang terbuka dan bra yang terlepas, Rok yang berantakan, Angga menariku masuk kerumah nya, aku mengikuti saja.

“gantian, lo harus muasin gw, dari tadi gw dah ngaceng negliat tingkah kalian” kata si Angga yang sambil mendorongku jatuh ke sofa, kemudian dengan kasar dia membuka celananya sendiri dan menyodorkan kontol nya yang sudah mengeras ke mulutku.
“ayo isep bich…hah…ayo!” Dengan kasar Angga menyumpal mulutku dengan kontolnya.

Aku mengisap, kontol angga memainkan dengan lidahku,sesekali aku kocok dengan tanganku. lidahku berputar putar di seputar buah pelirnya.
“oooh yah…terus sayang…isep…lo emang lihai…aahhh…aaahhh”
‘ Kontol kamu enak banget Ngga…aku suka banget” aku mengumam menikmati kontol Angga.
“ngga …boleh ya aku isep kontol lo ampe keluar? ” godaku
” Iya sayang….aahhh….isep sayang…oooohhh….yah begitu…begitu sayang terus…terusin..” angga meracau menikmati seponganku.

Aku merasakan kedutan di batang Angga, yang aku tau dia sebentar lagi bakal menyemburkan pejuhnya, aku sengaja mempermainkan Angga, dengan menghentikan aktifitasku, aku melepas kontol itu dari mulutku.

” sayang kenapa berhenti…ayo donk isep lagi…dah mau keluar neh…ayo donk” rayu Angga sambil menyodorkan kontol nya ke mulutku. aku tersenyum sambil berdiri.
” he he he …nanti donk Ngga…aku haus nih…boleh minta minum ya?” godaku.
“g boleh ayo …isepin dulu ampe keluar please donk sayang…ayo..” kata Angga sambil mengelus elus pantatku.
” kalo lo bisa buktiin ke aku kalo lo bisa muasin aku….aku mau isep punya kamu ampe keluar” tantangku
” dasar perempuan….sini gw puasin lo minta yang gimana hah?” angga geram mendengar tantanganku. kemudian dengan kasar dia membopong tubuhku ke meja makan. Angga menciumiku dengan kasar, yang dimana buat aku semakin membakar gairahku, ciuman angga semakin ganas, dari telingaku kemudian leherku menjadi sasarannya, dengan kasar Angga melucuti pakaianku sehingga aku berbugil ria.

dalam sepintas pandang aku melihat Riki dan Dendi yang ternyata dari tadi melihatku sambil beronani. ciuman Angga turun ke payudaraku, memilin milin putingku dengan liah nya, semnetara tangan Angga menyusuri pahaku, mengelus dan mulai meraba raba vaginaku yang sudah basah. aku merenggangkan kakiku agar Angga bisa leluasa memainkan vaginaku yang becek.

Angga memasukkan jari nya ke memeku mencoba mencari G spot dan mengocok nya dengan gerakan yang cepat.

” oh ya…yah…yaaah…terus Ngga…terus” ceracauku
“lo suka hah…enak kalo memek lo gw beginikan hah”
“iya Ngga..terusin sayang…oooohhh..nikmat nya nggak…terus Ngga”
” ayo bilang lo mo gw apain…mo gw isepin …mo gw entot memek lo ini hah”kata Angga sambil mengocok memekku dengan jarinya. kemudian angga mengangkat tubuhku agar aku duduk di meja makan, kemudian Angga mulai menggisap memekku dengan lidah nya.
” ayo bilang bich..enak g gw giniin…hah…memek lo udah basah..memek lo udah gatal kan?”
” iya Ngga…memek aku udah g sabar minta lo entot..ayo Ngga masukin Ngga…aku mohon”
aku merintih memohon pada Angga agar segera mengentotku.
“hhmmm…memek lo nikmat …ooohhh…aku suka sekali” ceracau Angga
‘ nggak…ooohhh….aaaahhh….gigit nggak itil aku ngga…iyah begitu…ooohhh”
” lo suka dikasarin yah…heh….gw akan entot lo…ampe lo puas”
“Ngga …ayo ngga masukin Ngga…aku udah g tahan” rintihku, sambil terus meremas remas rambut angga, angga seakan akan sengaja mempermainkan gairahku, dia terus mengisap memeku dan jarinya menusuk nusuk memekku.

Riki dan Dendi mendekati aku dan Angga, yang kemudaian dendi segera meraih payudaraku, sementara Riki melumat bibirku, sungguh pengalam luar biasa yang belum pernah aku rasakan, di serbu dari segala arah membuat aku semkain tak bisa menahan dasyat nya kenikmatan itu.
” aaahhhkkk….ooohhh….aku…ak…aku ke..keluar Nggaaaaaa….aaah…aaahhh” aku menjerit sambil tanganku menekan kepala Angga, aku mengalami orgasme yang teramat hebat.

Angga berdiri dan menarik tanganku, aku mengikutinya, disusul dendi dan riki, Angga membawaku ke ruang tamu, kemudian angga mulai mencumbuku kembali, kali ini Angga menyuruhku duduk di sofa, dan dengan nafsu yang meletup letup Angga menciumi bibirku.
kemudian angga memutar tubuhku, kakiku disandaran sofa sementara kepalaku menggelantuh kelantai, kemudian dendi menarik kakuku agar lebih naik.
kemudain angga mengangkangi kepalaku dan mulai menyodok nyodokkan kontol nya ke mulutku, sementara itu Riki dan Dendi secara bergantian menghisap isap memekku,

“ooohh….yah baby suck it …suck…terus tante…oooohhh” Angga menikmati permainan permanian lidahku, aku sendiri merasakan kenikmatan yangluar biasa mana kala aku merasakan jari jari dendi dan riki memainkan clitku.
lima menit kemudian angga menarik tubuhku dan memintaku terlentang di sofa, dan mulai lah angga memasukkan kontol nya.

“aaahhh….Angga…enak Ngga…enak sayang…entot aku Ngga” celotehku
“tante memek tante enak….sempit sekali tante…rasanya kontol Angga kek di sedot sedot”
“entot aku ngga…terus ngga sodok yang dalem ngga”
“tante…gw mo keluar tante…gw udah g tahan….aaahh…aaahhh…enak tante”
“Jangan Ngga…tante masih suka kontol kamu ngga…aaahhh…jangan keluarin dulu Ngga” pintaku, tapi angga keburu menyemprotkan pejuh nya.
“aaaaahhhhhhhh………aaaaaahhhh……..aaah…aahh…” erang Angga

“crooot….crroooottttt….crooooottttttt….”
“sorry tante…angga g kuat nahan tante…udah dari tadi sih tante”jawab Angga
aku kecewa rasanya karena memekku masih ingin merasakan sodokan sodokan kontol angga yang besar dan panjang itu.

” Dendi ayo donk sayang…fuck me…memek tante masih pengen kontol lagi ayo…” pintaku ke Dendi yang dari tadi coli sendiri. kemudian Dendi mendekatiku dan mulai memasukkan penis nya yang tak seberapa besar ukuranya. sementara Riki memintaku mengoralnya.
“oh ya…ooohhh….yah…yah…entot tante Den…yaah…terus Den” ocehku
“tante goyang tante…yah begitu tante …oooohhhh…nikmat tante..enak”
“Ki…kontol lo enak banget….tante suka sekali”

kemudian aku melepas isepanku di kontol Riki ..dan meminta Dendi berhenti, aku berganti posisi, aku meminta Riki duduk di sofa yang kemudian aku naik dan menggoyang nya dari atas, semnetara itu aku meminta Dendi untuk memasukkan kontol nya ke anusku.
“aahkk…pelan pelan Den…tante belom pernah soal nya” pintaku ketika Dendi main sodok aja ke anusku. setelah berulangkali gagal menembus anusku ahirnya masuk juga.
“aaahhh…oooohhh..tante peret sekali…lebih sempit” kata Dendi.
“ooohhh….tante memek tante enak sekali”
“ayo sayang…nikmati tubuh tante ini…ayo…aahhh…nikmatin sampai kalian puas” racauku
“ooohhh tante Dendi mo keluar…barengan yah tante”
“tahan dulu Den…biar barengan ma Riki” pintaku
tiga menit kemudian Riki memintaku menggoyang nya lebih cepat
“ayo tante goyang…iya …begitu…terus tante…terus”

“crooot….croot….crooooootttttt……..”
“aaaahhhhhh…….ahhk…aaahkk…aaaahhhh” kami bertiga keluar bersamaan, kakiku gemetar menahan kenikmatan itu, sementara Dendi mencabut penis nya dan terkulai di sofa, semnetara aku memeluk erat Riki.

Kami melakukan nya kembali, mereka mengentotku bergantian, payudaraku lengket lengket karena pejuh mereka, sekujurtubuhku terasa bagaikan kena lem lengket dimana mana, tak terasa waktu menunjukan pukul 11 malam, lalu aku bergegas mandi dan meminta angga untuk mengantarku pulang. dalam perjalanan pulang, aku merasakan kepuasan yang tak terhingga, ternyata enak juga ML dengan anak anak muda. mereka lebih rakus lebih dasyat.

the end

9 comments May 19, 2008

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

April 2014
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.